Rabu, 08 Juli 2015

Tata Cara Pemberian Nama Ilmiah



Tata Cara Pemberian Nama Ilmiah
1. Sistem Binomial Nomenclature
            Pada pertengahan abad ke-18 (1707-1778) Carolus Linnaeus mengajukkan sistem penamaan makhluk hidup dalam tulisannya “Systema nature” dengan istilah “Binomial nomenclatur” (bi= dua, nomen=nama) yang artinya tata nama seluruh organisme ditandai dengan nama ilmiah yang terdiri dari dua kata latin atau yang dilatinkan. Bahasa latin dipilih karena bahasa ini dimengerti semua ilmuwan pada saat itu dan tidak ada perubahan tata bahasa atau kosa katanya.
         Kata pertama pada sistem penamanaan makluk hidup menunjukkan genus, yang penulisannya dimulai dengan hurup besar, sedangkan kata kedua merupakan “epitethon spesificum“ artinya penunjukkan jenis (spesies) yang penulisannya dimulai dengan huruf kecil. Misalnya untuk nama ilmiah jagung Zea mays. Zea menunjukkan genus, sedangkan mays merupakan ciri khususnya, yang berarti sejenis hewan yang dipelihara di dalam rumah (domestik).

HIV-AIDS




A.    Sejarah HIV
AIDS pertama kali dilaporkan pada tanggal 5 juni 1981, ketika Centers for disease control and prevention mencatat adanya Pneumonia pneumosistis pada lima laki-laki homoseksual di Los Angeles Amerika Serikat. Dua spesies HIV yang diketahui menginfeksi manusia itu adalah HIV-1 dan HIV-2. HIV-1 lebih mematikan dan lebih mudah masuk kedalam tubuh, serta merupakan sumber dari mayoritas infeksi HIV di dunia, sedangkan HIV-2 sulit masuk didalam tubuh.
Di Indonesia sendiri prevalensi HIV/AIDS telah bergerak dengan laju yang sangat menghawatirkan. Pada tahun 1987, kasus HIV/AIDS  ditemukan  untuk pertama kalinya hanya di Pulau Bali. Sementara sekarang 2010, hampir semua provinsi di Indonesia sudah ditemukan kasus HIV/AIDS. Karena itulah indonesia sempat mendapat predikat sebagai negara dengan penyebaran AIDS tercepat di Asia. Karena peningkatan HIV/AIDS yang sangat signifikan dan mengkhawatirkan inilah pemerintah sampai memberikan perhatian khusus pada penyakit ini dengan mendirikan komisi penanggulan AIDS (KPA). Beberapa data tentang HIV/AIDS di Indonesia yang bersumber dari KPA adalah :