Jumat, 22 Mei 2015

BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang    
Selama gastrulasi, semua organ dibentuk  dari tiga lapisan lembaga,  yaitu lapisan ektoderm, lapisan mesoderm, dan lapisan endoderm. Pada tahap perkembangan selanjutnya, ektoderm berekembang menjadi antara lain tabung saraf, neural crest, mata, telinga, ektoderm ekstra embrio dari amion dan chorion, epitel permukaan tubuh, rambut, dan kelenjar. Sementara itu, lapisan mesoderm lateral dari mesoderm dorsal akan dibentuk, antara lain skeleton aksial, otot, dan jaringan ikat kulit . Dari mesoderm intermediat dibentuk, antara lain jaringan ikat, otot polos organ-orgaan visera dan pembuluh darah, jantung, dan stroma gonad. Dari lapisan endoderm dibentuk saluran pencernaan dan derivatnya.
Pembentukan organ tubuh membutuhkan suatu mekanisme yang sangat rumit dan kompleks. Mekanisme pembentukan organ disebut organogenesis.  Agar organ- organ tersebut dapat terbentuk, sejumlah proses ikut terlibat dan untuk setiap jenis organ mempunyai cara pembentukan yang berbeda. Organogenesis diantaranya meliputi perkembangan mata dan telinga. Pembentukan mata tersebut merupakan suatu proses yang amat penting bagi suatu individu. Hal tersebut berkaitan dengan fungsi mata sebagai organ, lebih tepatnya sebagai indra penglihatan. Oleh karena itu, dalam makalah ini akan dibahas mengenai bagian-bagian pada mata berserta fungsinya.
B.   Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalahnya sebagai berikut :
1.  Apa saja bagian - bagian pada mata?
2.  Bagaimana fungsi dari bagian - bagian mata?
C.   Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penyusunan makalah ini sebagai berikut :
1.  Untuk mengetahui bagian - bagian mata.
2.  Untuk mengetahui fungsi dari bagian - bagian mata.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Mata
            Mata adalah suatu organ fotosensitif yang sangat berkembang dan rumit, yang menganalisis bentuk, intensitas, dan warna cahaya yang dipantulkan objek dan menimbulkan sensasi penglihatan. Mata terletak dalam struktur bertulang yang protektif di tengkorak, yaitu rongga orbita. yang juga mengandung bantalan jaringan adiposa. Setiap bola mata terdiri atas sebuah bola mata fibrosa yang  kuat untuk mempertahankan bentuknya, suatu sistem jaringan transparan yang membiaskan cahaya untuk memfokuskan bayangan, selapis sel fotosensitif, dan suatu sistem neuron yang berfungsi mengumpulkan, memproses,dan meneruskan informasi visual ke otak. Setiap mata terdiri atas 3 lapisan atau tunika konsentris.
1.      Lapisan luar kuat yang terdiri atas sklera dan kornea
2.      Lapisan tengah vaskular yang terdiri atas koroid, badan siliar, dan iris
3.      Lapisan sensorik internal, retina, yang terdiri atas epithel pigmen di luar dan lapisan retina sebernanya di dalam. Lapisan internal retina yang fotosensitif ini berhubungan dengan serebrum melalui nervus opticus di sisi posterior mata; tepi anteriornya disebut ora serrata

            Lensa mata adalah suatu struktur transparan bikonveks yang ditahan ditempatnya oleh suatu sistem sirkular serabut zonula, yang terbentang dari lensa ke dalam penebalan lapisan tengah, yaitu badan siliar, dan berdekatan dengan corpus vitreum di sisi posterior. Struktur yang menutupi sebagian permukaan anterior lensa adalah perluasan lapisan tengah berpigmen yang opak dan disebut iris. Lubang bundar di tengah iris adalah pupil.
            Mata memiliki 2 rongga berisi cairan: bilik anterior, yang menempati ruang antara kornea dan iris dan bilik posterior, antara iris, processus ciliaris, perlekatan zonula, dan lensa. Kedua struktur ini saling terhubung di pupil dan mengandung cairan jernih yang disebut humor aquosa. Bilik vitreus terletak di belakang lensa dan perlekatan zonula serta dikelilingi oleh retina. Bilk vitreus berisikan massa jaringan ikat gelatinosa transparan yang disebut corpus vitreum ( badan kaca ).
          Pembentukkan mata bermula pada embrio awal dengan vesikel optik epitelial yang menonjol secara bilateral dari otak depan yang berkembang. Vesikel tersebut memanjang dan membentuk tangkai optik yang membawa mangkuk optik. Interaksi antara mangkuk optik dan ektoderm permukaan membuat ektoderm ini berinvaginasi dan terlepas di kedua sisi, yang membentuk vesikel lensa. Dalam minggu - minggu berikutnya, mesenkim kepala berdiferensiasi membentuk sebagian besar jaringan pada ketiga lapisan mata dan corpus vitreum, dengan ektoderm mangkuk optik dan tangkai optik yang masing - masing membentuk retina dan nervus opticus, dan dengan epithel permukaan yang ikut membentuk kornea.
B. Bagian - bagian Mata dan Fungsi

Lapisan fibrosa
1.         Sklera
        Lapisan fibrosa luar bola mata melindungi struktur internalyang lebih halus dan menyediakan tempat untuk insersi otot. ( Dalam hubungannya dengan mata, istilah “ eksternal / luar “ dan internal / dalam” merujuk pada struktur yang lebih dekat, masing - masing  pada permukaan bola mata atau di bagian dalamnya ). Lapisan luar berwarna opak di lima perenam bagian posterior bola mata adalah sklera. Pada orang dewasa,lapisan ini membentuk segmen bola yang berdiameter sekitar 22 mm. Sklera   memiliki ketebalan rerata 0, 5 mm, relatif avaskular, terdiri atas jaringan ikat padat kuat, yang terdiri atas berkas kolagen tipe I pipih yang berselang - seling dalam berbagai arah tetapi tetap sejajar dengan permukaan organ, substansi dasar dalam jumlah cukup, dan sebaran fibriblas. Tendon ekstraokular yang menggerakkan insersi   mata ke dalam area anterior sklera. Di posterior sklera menebal kira - kira sebesar 1          mm dan bergabung dengan epineurium yang melapisi nervus opticus. Sebuah regio   internal tipis di sklera yang berdekatan dengan choroid, kurang padat dengan serabut        kolagen yang lebih tipis, lebih banyak fibroblas, serat elastin, dan melanosit.
2.    Kornea
Berbeda dengan sklera, seperenam anterior mata yaitu kornea, tidak berwarna          dan transparan, dan sepenuhnya avaskular.

Potongan melintang kornea memperlihatkan  bahwa struktur ini terdiri atas 5                         lapisan :
1.    suatu epithel skuamosa eksternal berlapis
2.    suatu membrana limitans anterior ( membran browman, membran basal epithel berlapis ),
3.    stroma
4.    suatu membrana limitans posterior ( membran descement, membran basal endotel ), dan
5.    endotel skuamosa internal selapis
Stroma tebal, atau substansia propria, dibentuk oleh sekitar 60 lapisan berkas kolagen paralel yang saling menyilang tegak lurus dan membentangi keseluruhan diameter kornea. Susunan ortogonal serabut kolagen yang seagam berperan pada kejernihan jaringan avaskular ini. Diantara lamela kolagen terdapa juluran sitoplasma sel pipih mirip fibroblas yang disebut keratinosit. Substansi dasar yang mengelilingi sel - sel banyak mengandung proteoglikan seperti lumican, yang mengandung keratan sulfat dan kondroitin sulfat, yang membantu mempertahankan susunan dan jarak serabut kolagen dengan tepat.
Permukaan posterior stroma terhubung dengan struktur tebal lain ( membran descement ) yang terdiri atas jalinan serat kolagen halus yang diatasnya terdapat endotel kapiler.. Sel epithel skuamosa selapis ini aktif pada sintesis protein untuk mempertahankan membran basal ini dan pemompaan ion natrium ke dalam bilik anterior yang berdekatan. Ion klorida dan air mengikuti secara pasif dari stroma kornea. Dengan demikian, endotel sangat berperan memelihara keadaan hidrasi di dalam kornea yang membantu memberikan kejernihan maksimal dan pembiasan cahaya yang optimal.
3.    Limbus
                 Pertemuan kornea - sklera atau limbus, adalah suatu area peralihan dengan stroma transparan bersatu dengan sklera opak. Regio ini memiliki mikrovaskular, beserta humor aquosa pada bilik anterior, menyediakan metabolitnya untuk sel kornea melalui difusi. Sel punca untuk epithel berlapis terkonsentrasi di limbus, dari limbus ini sel - sel penguat transit yang cepat membelah bergerak dalam arah sentripetal ke dalam epithel kornea.

Lapisan Vaskular
            Lapisan tengah vaskular mata, yang juga dikenal sebagai uvea, terdiri atas 3 bagian, dari posterior ke anterior:
1.        Choroid
                Merupakan suatu lapisan yang sangat vaskular pada dua pertiga posterior mata, dengan jaringan ikat longgar bervaskular yang banyakmengandung serat kolagen dan elastin, fibroblas, melanosit, makrofag, limfosit, sel mast, dan sel plasma. Banyak melanosit memberinya ciri warna hitam yang khas dan menghambat masuknya cahaya kecuali melalui pupil.
                Bagian luar choroid yang terhubung dengan sklera adalah lamina suprachoroidalis. Area dalam koroid lebih banyak mengandung pembuluh darah kecil daripada lapisan luar dan disebut lamina choriocapillaris. Mikrovaskular ini berfungsi penting untuk nutrisi dan pemeliharaan retina. Suatu lapisan hialin amorf tipis yang dikenal sebagai membran bruch memisahkan lapisan koriokapiler dari retina. Membran ini terbentang dari ora serrata kembali ke nervus opticus.
                Secara ultrastrukural, membran bruch tampak terdiri atas sejumlah lapisan. Di tengah terdapat jalinan serat elastin, dan terhimpit pada kedua sisinya oleh serat kolagen, yang selanjutnya dilapisi pada satu sisi oleh lamina basal sel endotel koriokapiler dan di sisi lain oleh lamina basal epithel retina berpigmen.
2.         Badan Siliar
                Badan siliar, suatu pelebaran anterior choroid ditingkat lensa, merupakan suatu cincin tebal jaringan yang terdapat tepat di dalam bagian anterior sklera. Pada potongan melintang, struktur ini berbentuk segitiga, dengan dasar panjangnya berhubungan dengan sklera, sisi lain berkontak dengan corpus vitreum, dan yang ketiga dengan bilik posterior. Badan siliar memiliki stroma jaringan ikat longgar, kaya akan mikrovaskular, serat elastin, dan melanosit, yang mengelilingi banyak otot polos. Musculus ciliaris memiliki vasikulus kecil otot yang berinsersi pada sklera dan tersususn sedemikian rupa sehingga kontraksinya ( sebagai respons saraf parasimpatis ) mengurangi diameter internal cincin badan siliar, yang mengurangi tegangan pada serabut yang berjalan dari badan siliar ini ke lensa. Hal ini memungkinkan pencembungan lensa dan pemfokusan cahaya yang lebih baik dari objek yang berdekatan pada retina. Jadi m. ciliaris penting pada akomodasi visual.
                Permukaan badan siliar yang menghadap corpus viteum, bilik posterior, dan lensa ditutupi oleh lapisan lapisan ganda sel epithel kolumner rendah, epithel siliar , yang terbentuk dari tepi mangkuk optik embrionik. Sel epithel yang langsung melapisi stroma siliar banyak mengandung melanin dan berhubungan dengan proyeksi anterior epithel berpigmen retina.Lapisan permukaan sel tidak mengandung melanin dan bersambung dengan lapisan sensorik retina. Epithel kolumnar berlapis ini melapisi processus ciliaris, yakni sederet rabung yang berjumlah sekitar 75 buah dan terjulur dari permukaan badan siliar. Sel lapisan tak berpigmen memiliki taut erat dan lipatan basal lebar yang khas untuk sel pengangkut ion, dengan Na+/ K+ - ATPase pada membran plasma lateralnya. Sel - sel ini aktif mengangkut cairan dari stroma vaskular ke dalam bilik posterior sehingga membentuk humor aquosa.

3.           Iris
                Iris adalah perluasan uvea yang paling anterior ( lapisan tengah ) yang sebagian menutupi lensa, dan menyisakan lubang bundar di pusat yang disebut pupil. Permukaan anterior iris, yang terpajan bilik anterior, tidak dilapisi oleh epithel, tetapi terdiri atas lapisan diskontinu fibroblas dan melanosit yang iregular, terkemas rapat dengan prosesus yang saling mengunci. Jauh di dalam iris, stroma berupa jarinagn ikat longgar yang lebih khusus dengan mikrovaskular. Permukaan posterior iris bersifat polos dengan epithel berlapis ganda yang berlanjut dengan epithel yang melapisi badan silisar dan prosesusnya. Namun ditempat tersebut, sel epithel yang berkontak langsung dengan bilik posterior terisi granula melanin dengan gambaran sel yang sebagian besar samar. Epithel yang sangat berpigmen pada iris mencegah masuknya cahaya ke bagian dalam mata kecuali melalui pupil. Lapisan epithel dibawahnya terdiri atas sel mioepithel yang setidaknya juga berpigmen. Posesus yang terjulur radial dari sel mioepithel membentuk m. dilator pupillae di sepanjang sisi posterior iris.
                Banyak melanosit dilapisan vaskular mata bekerja secara kolektif untuk menjaga agar berkas cahaya tidak mengganggu pembentukkan bayanagan. Melanosit stroma iris juga membentuk warna mata. Pada individu dengan sangat sedikit sel berpigmen di stroma, cahaya dengan warna biru dibiaskan kembali dari epithel berpigmen hitam pada permukaan posterior iris. Seiring dengan bertambahnya jumlah melanosit dan kolagen di stroma, warna iris berubah menjadi berbagai berbagai corak warna hijau, abu - abu dan coklat. Individu dengan albinisme hampir tidak memiliki pigmen dan warna merah muda di irisnya timbul akibat pantulan cahaya dari pembuluh darah stroma.
               
Lensa
            Lensa merupakan struktur bikonkaf yang transparan dan terletak tepat di bawah iris, yang digunakan untuk memfokuskan cahaya pada retina. Selain berasal dari invaginasi epithel permukaan embrionik ( ektoderm ), lensa adalah suatu jaringan avaskular yang unik. Lensa bersifat sangat elastis, suatu sifat yang semakin menghilang saat menua karena jaringan lensa mengeras. Lensa memiliki 3 komponen utama yaitu :
1.      Kapsul Lensa
            Lensa dibungkus suatu simpai tebal dan homogen yang kaya akan proteoglikan dan kolagen tipe IV. Karena berasal dari membran basal ektoderm permukaan embrionik, lensa melindungi sel - sel dibawahnya dan menyediakan tempat untuk perlekatan serat zonula.
2.      Epithel Lensa
            Epithel lensa subkapsular terdiri atas selapus sel epithel kuboid dan hanya terdapat pada permukaan anterior lensa. Ujung basal sel epithel melekat pada kapsul lensa dan permukaan apikalnya memiliki interdigitasi yang mengikat epithel oada serat lensa internal. Pada ujung posterior epithel ini, di dekat ekuator lensa, sel - sel membelah untuk membentuk sel - sel baru yang berdiferensiasi sebagai serat lensa. Prosesus ini memungkinkan pertumbuhan lensa dan berlanjut dengan laju yang perlahan dan melambat di dekat area area ekuator lensa sepanjang masa dewasa.
3.      Serat Lensa
            Serat lensa tersusun memanjang dan tampak sebagai struktur tipis dan gepeng. Setelah berkembang dari sel punca di epithellensa, serat lensa yang terdiferensiasi akhirnya kehilangan inti serta organel lainnya, memenuhi sitoplasma dengan sekelompok protein yang disebut kristalin, dan menjadi sangat panjang. Serat tersebut terkemas rapat yang membentuk jaringan trnsparan yang sangat terkhususkan untuk pembiasan cahaya.   










BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Mata adalah suatu organ fotosensitif yang sangat berkembang dan rumit, yang menganalisis bentuk, intensitas, dan warna cahaya yang dipantulkan objek dan menimbulkan sensasi penglihatan. Mata terletak dalam struktur bertulang yang protektif di tengkorak, yaitu rongga orbita. yang juga mengandung bantalan jaringan adiposa. Bagian -bagian mata meliputi :
1.      Organ luar :
a.       Bulu mata, berfungsi menyaring cahaya yang akan diterima.
b.      Alis mata, berfungsi menahan keringat agar tidak masuk ke bola mata.
c.       Kelopak mata, berfungsi untuk menutupi dan melindungi mata.
2.      Organ dalam :
a.       Kornea, berfungsi melindungi bagian yang sensitif di belakangnya, membantu mata memfokuskan bayangan.
b.      Sklera, merupakan bagian dinding mata yang berwarna putih.
c.       Pupil, berfungsi menentukkan kuantitas cahaya yang masuk ke bagian mata.
d.      Lensa mata, berfungsi menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina, mengatur fokus cahayasehingga jatuh tepat pada bintik kuning retina.
e.       Retina, bagian mata yang paling peka terhadap cahaya.
f.       Saraf optik, meliputi sel tali dan kerucut dalam retina untuk menuju ke otak.

B. Saran

Mata merupakan organ yang berfungsi sebagai indra penglihatan. Karena keberadaannya yang penting tersebut, maka kita harus mulai mengenal bagian-bagian mata beserta fungsinya sehingga kita dapat menjaga dan merawat mata dengan baik.