BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Selama gastrulasi, semua organ
dibentuk dari tiga lapisan lembaga, yaitu lapisan ektoderm, lapisan mesoderm, dan
lapisan endoderm. Pada tahap perkembangan selanjutnya, ektoderm berekembang
menjadi antara lain tabung saraf, neural crest, mata, telinga, ektoderm ekstra
embrio dari amion dan chorion, epitel permukaan tubuh, rambut, dan kelenjar. Sementara itu, lapisan mesoderm
lateral dari mesoderm dorsal akan dibentuk, antara lain skeleton aksial, otot,
dan jaringan ikat kulit . Dari mesoderm
intermediat dibentuk, antara lain jaringan ikat, otot polos organ-orgaan visera
dan pembuluh darah, jantung, dan stroma gonad. Dari lapisan endoderm dibentuk saluran pencernaan dan derivatnya.
Pembentukan organ tubuh membutuhkan suatu
mekanisme yang sangat rumit dan kompleks. Mekanisme pembentukan organ disebut
organogenesis. Agar organ- organ
tersebut dapat terbentuk, sejumlah proses ikut terlibat dan untuk setiap jenis
organ mempunyai cara pembentukan yang berbeda. Organogenesis diantaranya
meliputi perkembangan mata dan telinga. Pembentukan
mata tersebut merupakan suatu proses yang amat penting bagi suatu individu. Hal
tersebut berkaitan dengan fungsi mata sebagai organ, lebih tepatnya sebagai
indra penglihatan. Oleh karena itu, dalam makalah ini akan dibahas mengenai bagian-bagian pada mata berserta fungsinya.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka
rumusan masalahnya sebagai berikut :
1. Apa saja bagian - bagian pada mata?
2. Bagaimana fungsi dari bagian - bagian mata?
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka
tujuan penyusunan makalah ini sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui bagian - bagian mata.
2. Untuk mengetahui fungsi dari bagian - bagian
mata.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Mata
Mata
adalah suatu organ fotosensitif yang sangat berkembang dan rumit, yang
menganalisis bentuk, intensitas, dan warna cahaya yang dipantulkan objek dan
menimbulkan sensasi penglihatan. Mata terletak dalam struktur bertulang yang
protektif di tengkorak, yaitu rongga orbita.
yang juga mengandung bantalan jaringan adiposa. Setiap bola mata terdiri atas
sebuah bola mata fibrosa yang kuat untuk
mempertahankan bentuknya, suatu sistem jaringan transparan yang membiaskan
cahaya untuk memfokuskan bayangan, selapis sel fotosensitif, dan suatu sistem
neuron yang berfungsi mengumpulkan, memproses,dan meneruskan informasi visual
ke otak. Setiap mata terdiri atas 3 lapisan atau tunika konsentris.
1.
Lapisan
luar kuat yang terdiri atas sklera dan
kornea
2.
Lapisan
tengah vaskular yang terdiri atas koroid,
badan siliar, dan iris
3.
Lapisan
sensorik internal, retina, yang terdiri atas epithel pigmen di luar dan lapisan
retina sebernanya di dalam. Lapisan internal retina yang fotosensitif ini
berhubungan dengan serebrum melalui nervus
opticus di sisi posterior mata; tepi anteriornya disebut ora serrata.
Lensa mata adalah suatu struktur
transparan bikonveks yang ditahan ditempatnya oleh suatu sistem sirkular serabut zonula, yang terbentang dari
lensa ke dalam penebalan lapisan tengah, yaitu badan siliar, dan berdekatan dengan corpus vitreum di sisi
posterior. Struktur yang menutupi sebagian permukaan anterior lensa adalah
perluasan lapisan tengah berpigmen yang opak dan disebut iris. Lubang bundar di tengah iris adalah pupil.
Mata memiliki 2 rongga berisi
cairan: bilik anterior, yang
menempati ruang antara kornea dan iris dan bilik
posterior, antara iris, processus ciliaris, perlekatan zonula, dan lensa.
Kedua struktur ini saling terhubung di pupil dan mengandung cairan jernih yang disebut
humor aquosa. Bilik vitreus terletak di belakang lensa dan perlekatan zonula
serta dikelilingi oleh retina. Bilk vitreus berisikan massa jaringan ikat
gelatinosa transparan yang disebut corpus
vitreum ( badan kaca ).
Pembentukkan
mata bermula pada embrio awal dengan vesikel optik epitelial yang menonjol
secara bilateral dari otak depan yang berkembang. Vesikel tersebut memanjang
dan membentuk tangkai optik yang membawa mangkuk
optik. Interaksi antara mangkuk optik dan ektoderm permukaan membuat ektoderm
ini berinvaginasi dan terlepas di kedua sisi, yang membentuk vesikel lensa. Dalam minggu - minggu
berikutnya, mesenkim kepala berdiferensiasi membentuk sebagian besar jaringan
pada ketiga lapisan mata dan corpus vitreum, dengan ektoderm mangkuk optik dan
tangkai optik yang masing - masing membentuk retina dan nervus opticus, dan
dengan epithel permukaan yang ikut membentuk kornea.
B.
Bagian - bagian Mata dan Fungsi
Lapisan fibrosa
Lapisan
fibrosa luar bola mata melindungi struktur internalyang lebih halus dan
menyediakan tempat untuk insersi otot. ( Dalam hubungannya dengan mata, istilah
“ eksternal / luar “ dan internal / dalam” merujuk pada struktur yang lebih
dekat, masing - masing pada permukaan
bola mata atau di bagian dalamnya ). Lapisan luar berwarna opak di lima perenam
bagian posterior bola mata adalah sklera.
Pada orang dewasa,lapisan ini membentuk segmen bola yang berdiameter sekitar 22
mm. Sklera memiliki ketebalan rerata 0,
5 mm, relatif avaskular, terdiri atas jaringan ikat padat kuat, yang terdiri
atas berkas kolagen tipe I pipih yang berselang - seling dalam berbagai arah
tetapi tetap sejajar dengan permukaan organ, substansi dasar dalam jumlah
cukup, dan sebaran fibriblas. Tendon ekstraokular yang menggerakkan insersi mata ke
dalam area anterior sklera. Di posterior sklera menebal kira - kira sebesar 1 mm dan bergabung dengan epineurium yang
melapisi nervus opticus. Sebuah regio internal
tipis di sklera yang berdekatan dengan choroid, kurang padat dengan serabut kolagen yang lebih tipis, lebih banyak
fibroblas, serat elastin, dan melanosit.
Berbeda
dengan sklera, seperenam anterior mata yaitu kornea, tidak berwarna dan
transparan, dan sepenuhnya avaskular.
Potongan melintang kornea memperlihatkan bahwa struktur ini terdiri atas 5 lapisan :
1.
suatu
epithel skuamosa eksternal berlapis
2.
suatu
membrana limitans anterior ( membran
browman, membran basal epithel berlapis ),
3.
stroma
4.
suatu
membrana limitans posterior (
membran descement, membran basal endotel ), dan
5.
endotel skuamosa internal selapis
Stroma tebal, atau substansia
propria, dibentuk oleh sekitar 60 lapisan berkas kolagen paralel yang saling
menyilang tegak lurus dan membentangi keseluruhan diameter kornea. Susunan
ortogonal serabut kolagen yang seagam berperan pada kejernihan jaringan
avaskular ini. Diantara lamela kolagen terdapa juluran sitoplasma sel pipih
mirip fibroblas yang disebut keratinosit.
Substansi dasar yang mengelilingi sel - sel banyak mengandung proteoglikan
seperti lumican, yang mengandung keratan sulfat dan kondroitin sulfat, yang
membantu mempertahankan susunan dan jarak serabut kolagen dengan tepat.
Permukaan posterior stroma
terhubung dengan struktur tebal lain ( membran descement ) yang terdiri atas
jalinan serat kolagen halus yang diatasnya terdapat endotel kapiler.. Sel
epithel skuamosa selapis ini aktif pada sintesis protein untuk mempertahankan
membran basal ini dan pemompaan ion natrium ke dalam bilik anterior yang berdekatan.
Ion klorida dan air mengikuti secara pasif dari stroma kornea. Dengan demikian,
endotel sangat berperan memelihara keadaan hidrasi di dalam kornea yang
membantu memberikan kejernihan maksimal dan pembiasan cahaya yang optimal.
3. Limbus
Pertemuan
kornea - sklera atau limbus, adalah suatu area peralihan
dengan stroma transparan bersatu dengan sklera opak. Regio ini memiliki
mikrovaskular, beserta humor aquosa pada bilik anterior, menyediakan
metabolitnya untuk sel kornea melalui difusi. Sel punca untuk epithel berlapis
terkonsentrasi di limbus, dari limbus ini sel - sel penguat transit yang cepat
membelah bergerak dalam arah sentripetal ke dalam epithel kornea.
Lapisan Vaskular
Lapisan
tengah vaskular mata, yang juga dikenal sebagai uvea, terdiri atas 3 bagian,
dari posterior ke anterior:
1.
Choroid
Merupakan suatu lapisan yang
sangat vaskular pada dua pertiga posterior mata, dengan jaringan ikat longgar
bervaskular yang banyakmengandung serat kolagen dan elastin, fibroblas,
melanosit, makrofag, limfosit, sel mast, dan sel plasma. Banyak melanosit
memberinya ciri warna hitam yang khas dan menghambat masuknya cahaya kecuali
melalui pupil.
Bagian luar choroid yang
terhubung dengan sklera adalah lamina suprachoroidalis. Area dalam koroid lebih
banyak mengandung pembuluh darah kecil daripada lapisan luar dan disebut lamina
choriocapillaris. Mikrovaskular ini berfungsi penting untuk nutrisi dan
pemeliharaan retina. Suatu lapisan hialin amorf tipis yang dikenal sebagai
membran bruch memisahkan lapisan koriokapiler dari retina. Membran ini
terbentang dari ora serrata kembali ke nervus opticus.
Secara ultrastrukural, membran
bruch tampak terdiri atas sejumlah lapisan. Di tengah terdapat jalinan serat
elastin, dan terhimpit pada kedua sisinya oleh serat kolagen, yang selanjutnya
dilapisi pada satu sisi oleh lamina basal sel endotel koriokapiler dan di sisi
lain oleh lamina basal epithel retina berpigmen.
2.
Badan
Siliar
Badan siliar, suatu pelebaran
anterior choroid ditingkat lensa, merupakan suatu cincin tebal jaringan yang
terdapat tepat di dalam bagian anterior sklera. Pada potongan melintang,
struktur ini berbentuk segitiga, dengan dasar panjangnya berhubungan dengan
sklera, sisi lain berkontak dengan corpus vitreum, dan yang ketiga dengan bilik
posterior. Badan siliar memiliki stroma jaringan ikat longgar, kaya akan
mikrovaskular, serat elastin, dan melanosit, yang mengelilingi banyak otot
polos. Musculus ciliaris memiliki
vasikulus kecil otot yang berinsersi pada sklera dan tersususn sedemikian rupa
sehingga kontraksinya ( sebagai respons saraf parasimpatis ) mengurangi
diameter internal cincin badan siliar, yang mengurangi tegangan pada serabut
yang berjalan dari badan siliar ini ke lensa. Hal ini memungkinkan pencembungan
lensa dan pemfokusan cahaya yang lebih baik dari objek yang berdekatan pada
retina. Jadi m. ciliaris penting pada akomodasi visual.
Permukaan badan siliar yang
menghadap corpus viteum, bilik posterior, dan lensa ditutupi oleh lapisan
lapisan ganda sel epithel kolumner rendah, epithel
siliar , yang terbentuk dari tepi mangkuk optik embrionik. Sel epithel yang
langsung melapisi stroma siliar banyak mengandung melanin dan berhubungan
dengan proyeksi anterior epithel berpigmen retina.Lapisan permukaan sel tidak
mengandung melanin dan bersambung dengan lapisan sensorik retina. Epithel
kolumnar berlapis ini melapisi processus
ciliaris, yakni sederet rabung yang berjumlah sekitar 75 buah dan terjulur
dari permukaan badan siliar. Sel lapisan tak berpigmen memiliki taut erat dan
lipatan basal lebar yang khas untuk sel pengangkut ion, dengan Na+/
K+ - ATPase pada membran plasma lateralnya. Sel - sel ini aktif
mengangkut cairan dari stroma vaskular ke dalam bilik posterior sehingga membentuk
humor aquosa.
3.
Iris
Iris adalah perluasan uvea yang
paling anterior ( lapisan tengah ) yang sebagian menutupi lensa, dan menyisakan
lubang bundar di pusat yang disebut pupil.
Permukaan anterior iris, yang terpajan bilik anterior, tidak dilapisi oleh
epithel, tetapi terdiri atas lapisan diskontinu fibroblas dan melanosit yang
iregular, terkemas rapat dengan prosesus yang saling mengunci. Jauh di dalam
iris, stroma berupa jarinagn ikat longgar yang lebih khusus dengan
mikrovaskular. Permukaan posterior iris bersifat polos dengan epithel berlapis
ganda yang berlanjut dengan epithel yang melapisi badan silisar dan
prosesusnya. Namun ditempat tersebut, sel epithel yang berkontak langsung
dengan bilik posterior terisi granula melanin dengan gambaran sel yang sebagian
besar samar. Epithel yang sangat berpigmen pada iris mencegah masuknya cahaya
ke bagian dalam mata kecuali melalui pupil. Lapisan epithel dibawahnya terdiri
atas sel mioepithel yang setidaknya
juga berpigmen. Posesus yang terjulur radial dari sel mioepithel membentuk m. dilator pupillae di sepanjang sisi
posterior iris.
Banyak melanosit dilapisan
vaskular mata bekerja secara kolektif untuk menjaga agar berkas cahaya tidak
mengganggu pembentukkan bayanagan. Melanosit stroma iris juga membentuk warna
mata. Pada individu dengan sangat sedikit sel berpigmen di stroma, cahaya
dengan warna biru dibiaskan kembali dari epithel berpigmen hitam pada permukaan
posterior iris. Seiring dengan bertambahnya jumlah melanosit dan kolagen di
stroma, warna iris berubah menjadi berbagai berbagai corak warna hijau, abu -
abu dan coklat. Individu dengan albinisme hampir tidak memiliki pigmen dan
warna merah muda di irisnya timbul akibat pantulan cahaya dari pembuluh darah
stroma.
Lensa
Lensa
merupakan struktur bikonkaf yang transparan dan terletak tepat di bawah iris,
yang digunakan untuk memfokuskan cahaya pada retina. Selain berasal dari
invaginasi epithel permukaan embrionik ( ektoderm ), lensa adalah suatu
jaringan avaskular yang unik. Lensa bersifat sangat elastis, suatu sifat yang
semakin menghilang saat menua karena jaringan lensa mengeras. Lensa memiliki 3
komponen utama yaitu :
1. Kapsul Lensa
Lensa dibungkus suatu simpai tebal
dan homogen yang kaya akan proteoglikan dan kolagen tipe IV. Karena berasal dari
membran basal ektoderm permukaan embrionik, lensa melindungi sel - sel
dibawahnya dan menyediakan tempat untuk perlekatan serat zonula.
2. Epithel Lensa
Epithel lensa subkapsular terdiri
atas selapus sel epithel kuboid dan hanya terdapat pada permukaan anterior
lensa. Ujung basal sel epithel melekat pada kapsul lensa dan permukaan
apikalnya memiliki interdigitasi yang mengikat epithel oada serat lensa
internal. Pada ujung posterior epithel ini, di dekat ekuator lensa, sel - sel
membelah untuk membentuk sel - sel baru yang berdiferensiasi sebagai serat
lensa. Prosesus ini memungkinkan pertumbuhan lensa dan berlanjut dengan laju
yang perlahan dan melambat di dekat area area ekuator lensa sepanjang masa
dewasa.
3. Serat Lensa
Serat lensa tersusun memanjang dan tampak
sebagai struktur tipis dan gepeng. Setelah berkembang dari sel punca di
epithellensa, serat lensa yang terdiferensiasi akhirnya kehilangan inti serta
organel lainnya, memenuhi sitoplasma dengan sekelompok protein yang disebut kristalin, dan menjadi sangat panjang.
Serat tersebut terkemas rapat yang membentuk jaringan trnsparan yang sangat
terkhususkan untuk pembiasan cahaya.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Mata adalah suatu
organ fotosensitif yang sangat berkembang dan rumit, yang menganalisis bentuk,
intensitas, dan warna cahaya yang dipantulkan objek dan menimbulkan sensasi
penglihatan. Mata terletak dalam struktur bertulang yang protektif di
tengkorak, yaitu rongga orbita. yang
juga mengandung bantalan jaringan adiposa. Bagian -bagian mata meliputi :
1.
Organ luar :
a.
Bulu mata,
berfungsi menyaring cahaya yang akan diterima.
b.
Alis mata,
berfungsi menahan keringat agar tidak masuk ke bola mata.
c.
Kelopak mata, berfungsi
untuk menutupi dan melindungi mata.
2.
Organ dalam :
a.
Kornea, berfungsi
melindungi bagian yang sensitif di belakangnya, membantu mata memfokuskan
bayangan.
b.
Sklera, merupakan
bagian dinding mata yang berwarna putih.
c.
Pupil, berfungsi
menentukkan kuantitas cahaya yang masuk ke bagian mata.
d.
Lensa mata,
berfungsi menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina, mengatur
fokus cahayasehingga jatuh tepat pada bintik kuning retina.
e.
Retina, bagian
mata yang paling peka terhadap cahaya.
f.
Saraf optik, meliputi
sel tali dan kerucut dalam retina untuk menuju ke otak.
B. Saran
Mata merupakan organ yang berfungsi sebagai indra
penglihatan. Karena keberadaannya
yang penting tersebut,
maka kita harus mulai mengenal bagian-bagian mata beserta fungsinya sehingga
kita dapat menjaga dan merawat mata dengan baik.

